Ciri Ciri Sosiologi

Posted on

Ciri Ciri Sosiologi – Pada kesempatan kali ini sosiologi.co.id akan membahas materi mengenai Ciri Ciri Sosiologi yang akan di jelaskan mulai dari pengertian, ciri, jenis, contoh, konsep, makalah fungsi, struktur dan makalah. Yuk simak pembahasan di bawah ini:

Diskusi ini dibuat sebagai referensi online untuk pembaca yang mencari informasi tentang prinsip-prinsip ilmiah yang membentuk karakteristik sosiologi sebagai ilmu.

Karena sains memiliki banyak peran yang sesuai dengan prinsip-prinsip ilmiah, termasuk empiris, teoretis, kumulatif, dan tidak etis.

Tanpa memenuhi aturan ilmiah yang menjadi ciri mereka, sosiologi tidak dapat berdiri sendiri sebagai sains atau sains.

Sosiologi sebagai konsep, disiplin, dan sains dikembangkan di Eropa pada zaman modern, meskipun studi tentang masyarakat di bagian lain dunia, yang selalu didiskusikan para ilmuwan, ada jauh lebih awal.

Kami tidak perlu khawatir menjawab pertanyaan ini ketika studi komunitas muncul untuk pertama kalinya. Diskusi dalam artikel ini dimulai dalam konteks modern abad ke-18, ketika ilmu empiris telah berkembang pesat di Eropa.

Pengertian Sosologi

Sosiologi ialah bagian dari pengetahuan yang erat hubungnya dengan kehidupan sosial di masyarakat studi tentang orang atau masyarakat.

Sosiologi juga bisa disebut ilmu komunitas. Tujuan sosiologi adalah untuk menguji masyarakat, perilaku masyarakat dan perilaku sosial yang ada dan untuk mengamati perilaku kelompok.

Dalam perjalanan waktu, sosiologi selalu mengikuti zaman. Ini adalah pengetahuan publik yang telah disusun berdasarkan hasil pemikiran ilmiah yang dapat dikendalikan oleh komunitas lain.

Baca Juga :  Fungsi Negara

Seluruh ilmu sosiologi dapat dalam bentuk hal-hal mulai dari keluarga, etnis, negara, bangsa, ekonomi, sosial dan organisasi politik. Selain itu, ada juga pemahaman etimologis sosiologi dan subjek diskusi sosiologi.

Ciri Ciri Sosiologi

Ciri Ciri Sosiologi

Empiris

Dalam arti bahwa sosiologi sebagai ilmu didasarkan pada pengamatan realitas dengan akal sehat dan makna, hasilnya tidak spekulatif.

Misalnya, sosiologi meneliti fenomena kemacetan di ibu kota Jakarta. Argumen dari penelitian sosiologis.

Misalnya, kemacetan disebabkan oleh rendahnya tingkat kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah daerah yang dipicu oleh pemerintah daerah.

Dengan kata lain, orang-orang di Jakarta yang terjebak kemacetan tidak percaya bahwa angkutan umum menawarkan kenyamanan dalam hal layanan dan akses.

Efeknya, orang lebih suka mengendarai kendaraan pribadi. Argumen tersebut berasal dari realitas objektif lokal dan bukan dari spekulasi kosong.

Jika argumen ini dapat dibuktikan secara ilmiah, elemen empiris puas dengan studi sosiologis.

Secara Teoritis

Karena sains selalu berusaha menyatukan abstraksi dari hasil pengamatan empiris.

Abstraksi adalah kesimpulan yang menjelaskan hubungan sebab akibat dari fenomena sosial yang diteliti.

Sebagai contoh, sosiologi menjelaskan bahwa ada korelasi yang signifikan antara kemacetan dan kepercayaan publik yang buruk pada pemerintah.

Ringkasan yang dihasilkan adalah pernyataan yang menekankan pentingnya memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah untuk membantu mengatasi kemacetan.

Penjelasan datang tidak hanya dari proses penelitian yang panjang dari pengamatan sampai selesai.

Kumulatif

Ini berarti bahwa sosiologi membangun topik yang tidak hanya direduksi menjadi kekosongan, tetapi juga terdiri dari teori-teori yang ada. Teori-teori ini adalah hasil dari penelitian sebelumnya.

Misalnya, studi sosiologis kemacetan lalu lintas mengarah pada kesimpulan baru yang menyiratkan kesimpulan sebelumnya.

Sebagai contoh, penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa penyebab kemacetan lalu lintas adalah daya beli masyarakat yang tinggi, termasuk daya beli dari konsumsi mobil pribadi.

Studi lain menunjukkan bahwa mobil menawarkan prestise penggunanya dan kondisi yang menjanjikan.

Kumulatif sebagai fitur sosiologi berarti bahwa beberapa hasil penelitian dimasukkan dalam analisis, sehingga kesimpulan baru yang sudah ada adalah hasil akumulasi pengetahuan.

Baca Juga :  Nilai Sosial

Tidak Etis

Dalam arti bahwa sosiologi mengatasi masalah sosial tanpa mempertanyakan nilainya, baik atau buruk dari masalah yang dibahas.

Sosiologi lebih menjelaskan tentang mengapa suatu fenomena terjadi. Penjelasannya juga harus logis, mendalam dan mudah dipahami.

Misalnya, kemacetan sebagai masalah sosial tidak dianggap buruk dalam penelitian sosiologis.

Sosiologi tidak tertarik membenarkan manfaat buruk. Tentu saja, ini tidak berarti bahwa trafficnya bagus.

Sosiologi hanya menjelaskan mengapa kemacetan bisa terjadi di ibukota Jakarta.

Jika pernyataan itu menyatakan bahwa mungkin ada kelebihan karena tingkat kepercayaan publik yang rendah pada pemerintah, sosiologi tidak membenarkan bahwa tingkat kepercayaan publik yang rendah adalah negatif.

Sosiologi yang tidak etis dalam artian tidak membenarkan masalah sosial yang baik atau buruk.

Memahami Sosiologi Menurut Para Ahli

Sosiologi Menurut Max Weber

Sosiologi adalah ilmu yang meneliti tindakan sosial untuk menjelaskan sebab dan akibat dari fenomena sosial yang diteliti.

Sosiologi Menurut Soerjono Soekanto

Definisikan sosiologi sebagai studi tentang masyarakat secara umum dan dapatkan pola sosial yang muncul di masyarakat.

Sosiologi Menurut Allan Jhonson

Tetapkan sosiologi sebagai ilmu kehidupan dan perilaku manusia dalam sistem sosial dan pengaruhnya terhadap sistem ini.

Sosiologi Menurut Roucek dan Warren

Sosiologi adalah studi tentang manusia sebagai bagian dari kelompok.

Sejarah Perkembangan dan Istilah-istilah Sosiologi

Sejarah perkembangan sosiologi, yang biasanya sering diajarkan, adalah sosiologi sebagai sains modern yang ilmiah atau ilmiah. Istilah ini hanya muncul dalam Pencerahan di Perancis.

Pencerahan memiliki konotasi rasional dan empiris. Ilmu pengetahuan bersifat empiris jika dapat dicerna dan diuji kebenarannya. Jadi sosiologi adalah ilmu yang rasional dan empiris.

Dan seiring waktu, dan seiring waktu, ilmu sosiologi telah dikumpulkan berdasarkan hasil pemikiran ilmiah yang dapat dikendalikan oleh komunitas lain. Seluruh ilmu sosiologi dapat mencakup berbagai hal mulai dari keluarga, etnis, negara, bangsa, ekonomi, organisasi sosial dan politik.

Baca Juga :  Sosiologi Pembangunan

Indikasi spektrum sosiologi yang semakin luas adalah penyebaran sub-disiplin ilmu yang merupakan cabang dari sosiologi.

Diantaranya adalah sosiologi digital, sosiologi pariwisata, sosiologi kesehatan, sosiologi hukum, sosiologi jender, sosiologi sastra, sosiologi olahraga dan sosiologi kontemporer lainnya. Bahkan hari ini, fakultas sosial di seluruh dunia mulai membebaskan sosiologi dari para pendiri.

Fungsi sosiologi

Sosiologi tidak hanya memiliki sifat, tetapi juga fungsi-fungsi berikut:

Peran sosiologi dalam perencanaan sosial

Karena sosiologi pada dasarnya adalah ilmu yang menjelaskan hubungan antara kelompok dengan kelompok atau individu dengan individu, perencanaan harus sesuai dengan fakta.

Fungsi sosiologi dalam penelitian

Sosiologi harus dapat memberikan gambaran kehidupan masyarakat dan kegiatan penelitiannya juga harus mengatasi gejala yang terjadi di masyarakat.

Fungsi sosiologi dalam pembangunan

Selain itu, fungsi sosiologi dalam pembangunan adalah untuk menyediakan data sosial yang diperlukan untuk tahap perencanaan, implementasi dan pengembangan.

Peran sosiologi dalam menyelesaikan masalah sosial

Masalah yang muncul dalam masyarakat biasanya terkait dengan nilai-nilai masyarakat dan lembaga masyarakat. Karena itu penting untuk menemukan solusi agar perdamaian dan harmoni dapat tercipta di masyarakat.

Manfaat Dari Sosiologi

Manfaat utama sosiologi adalah memberikan nilai dan sikap terhadap tindakan sosial yang dilakukan oleh masyarakat. Tindakan ini muncul sebagai dasar hubungan manusia sebagai makhluk sosial. Karena itu, sosiologi lahir dan diciptakan sebagai ilmu dalam kontrol sosial.

Obyek Ssosiologi

Ada dua objek sosiologi, termasuk:

  • Objek material, yaitu kehidupan sosial, gejala dan proses hubungan antar manusia yang mempengaruhi kesatuan hidup manusia itu sendiri.
  • Objek formal, yaitu hubungan antara manusia dan proses yang disebabkan oleh orang-orang dalam masyarakat.

Demikian Pembahasan Kita Kali Ini Mengenai Ciri Ciri Sosiologi, Terimakasih Telah Setia Bersama kami dan nantikan pembahasan menarik lainnya di sosiologi.co.id. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :