Lembaga Sosial

Posted on

Lembaga Sosial – Pada kesempatan kali ini sosiologi.co.id akan membahas materi mengenai Lembaga Sosial yang akan di jelaskan mulai dari pengertian, ciri, jenis, contoh, konsep, makalah fungsi, struktur dan makalah. Yuk simak pembahasan di bawah ini:

Institusi sosial dalam sosiologi sering disebut sebagai institusi sosial. Institusi sosial adalah seperangkat norma dan aturan yang dilembagakan atau dilembagakan.

Dengan kata lain, institusi sosial adalah hasil dari pelembagaan struktur sosial. Dalam kehidupan sosial kita tidak dapat bertindak bebas tanpa batas. Ada peraturan yang mengatur, dan standar adalah salah satunya.

Misalnya, ketika kita bertemu orang baru, kita berjabat tangan. Kenapa tidak saling berpelukan? Atau melempar vas bunga? Karena ada standar. Memeluk atau melempar vas bunga adalah tindakan “gila” untuk saling mengenal. Persepsi “gila” ini menunjukkan bahwa tindakan itu di luar norma.

Apa itu Lembaga Sosial ?

Lembaga Sosial

Singkatnya, institusi sosial adalah norma yang dilembagakan. Untuk memahami lebih lanjut tentang apa itu institusi sosial, kami merujuk pada beberapa istilah yang disarankan oleh sosiolog dan ilmu sosial lainnya.

Pengertian Lembaga Sosial Menurut Para Ahli

Soerjono Soekanto dan Soelaeman Soemardi mendefinisikan lembaga sosial sebagai kumpulan perilaku yang berbeda yang diakui oleh anggota masyarakat sebagai sarana mengatur hubungan sosial

Lebih jauh Soerjono Soekanto berpendapat bahwa lembaga sosial adalah seperangkat norma dari semua tindakan sosial yang diambil untuk memenuhi kebutuhan dasar dalam kehidupan sosial.

Koentjaraningrat mendefinisikan lembaga sosial sebagai sistem perilaku dan hubungan sosial yang berfokus pada kegiatan yang memenuhi kebutuhan hidup masyarakat.

Soerjono Soekanto menggambarkan pendapat Robert Melver dan C. H. Page tentang lembaga sosial dan mengatakan bahwa lembaga sosial adalah prosedur yang dirancang untuk mengatur hubungan sosial dalam kelompok masyarakat tertentu.

Menurut Lopold Von Wiese dan Becker, dipasok oleh Soerjono Soekanto, lembaga sosial adalah jaringan proses hubungan manusia atau lintas kelompok yang berfungsi untuk mempertahankan hubungan sesuai dengan kepentingan dan kepentingan anggota kelompok.

Baca Juga :  Nilai Sosial

Harton berpendapat bahwa institusi sosial adalah sistem hubungan sosial yang mengandung nilai dan prosedur tertentu untuk memenuhi kebutuhan sosial.

Landis mengatakan bahwa lembaga sosial adalah struktur budaya formal untuk menemukan dan memenuhi kebutuhan sosial dasar.

G. Sumner, yang dikutip oleh Soerjono Soekanto, berpendapat bahwa lembaga sosial adalah tindakan, cita-cita, sikap, dan perangkat budaya yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Beberapa ahli yang mendefinisikan lembaga sosial di atas memiliki ide yang sama tentang fungsi lembaga sosial, yaitu sebagai upaya untuk memenuhi kehidupan sosial.

Memang, sekilas sulit untuk menutup konsep lembaga sosial untuk mendapatkan definisi yang seragam. Namun, kita dapat mengasumsikan kesamaan istilah yang digunakan, misalnya lembaga sosial adalah sistem perilaku, prosedur, sistem hubungan sosial atau cita-cita yang berperan dalam regulasi.

Tujuannya adalah untuk mengatur, seperti yang saya katakan, untuk memenuhi kebutuhan sosial masyarakat.

Untuk mencapai pemahaman yang lebih konkret, kita perlu memeriksa berbagai lembaga sosial yang ada di masyarakat. Berbagai jenis lembaga sosial yang ada memiliki peran dan fungsinya masing-masing. Kami akan membahas secara singkat jenis dan fungsi lembaga sosial di bawah ini.

Contoh Jenis Lembaga Sosial dan Fungsinya

Institusi Keluarga

Keluarga adalah contoh dari fasilitas sosial di mana hubungan anggota keluarga pada umumnya merupakan bentuk kekeluargaan yang timbul melalui pernikahan atau hubungan darah.

Ada dua jenis keluarga, keluarga inti dan keluarga besar. Di unit keluarga ada nilai dan norma. Misalnya, orang tua kami melarang kami bermain di luar setelah pukul sepuluh karena itu tidak aman.

Putranya selalu kembali ke rumah sebelum jam 10 pagi, jika tidak akan ada teguran atau hukuman. Begitu banyak aksi sosial oleh individu dibatasi oleh keberadaan norma atau aturan lain yang berlaku di keluarga mereka.

Fungsi keluarga yang berbeda. Pernikahan adalah prasyarat untuk pembentukan keluarga di Indonesia dan di beberapa negara lain. Kehidupan rumah tangga hanya valid jika telah diakui oleh lembaga agama dan / atau negara.

Keluarga dapat berfungsi sebagai lembaga reproduksi, yaitu tempat orang menghasilkan keturunan. Keluarga memiliki fungsi afektif yang merupakan tempat cinta. Keluarga memiliki fungsi sosialisasi, yang merupakan tempat di mana nilai-nilai dan norma-norma disampaikan.

Baca Juga :  Sosiologi Kesehatan

Institusi Ekonomi

Struktur institusi ekonomi adalah penawaran dan permintaan. Lembaga-lembaga ekonomi bekerja berdasarkan dua aspek yang saling terkait erat ini.

Proses berbisnis berputar di sekitar produksi, penjualan, dan konsumsi. Kami selalu melakukan ketiga proses ini sebagai entitas ekonomi. Misalnya, untuk tetap hidup kita harus makan.

Bahan makanan dapat diperoleh melalui pembelian. Kami membeli makanan dengan uang yang kami dapatkan melalui kerja. Kami menghasilkan uang, membeli makanan dan kemudian mengonsumsinya.

Kami selalu hidup dalam sistem institusi ekonomi. Contoh fungsi lembaga ekonomi yang kita lihat dengan jelas adalah penyediaan sumber daya untuk bertahan hidup.

Sisanya menghasilkan keuntungan, meningkatkan status sosial dan sebagainya. Berbagai jenis sumber daya, dari makanan hingga listrik. Ketersediaan sumber daya sangat terbatas, sementara semua orang harus bertahan hidup kecuali mereka yang tidak mau.

Lembaga ekonomi memenuhi kebutuhan ini melalui proses produksi, distribusi, dan konsumsi.

Lembaga Keagamaan

Agama adalah sumber nilai dan norma yang berlaku di Indonesia. Di sini negara memiliki agen yang menangani masalah agama, dari tingkat kementerian hingga desa.

Agama menjadi pedoman hidup kekal bagi orang percaya karena itu mengatur tidak hanya hubungan manusia, tetapi juga antara manusia dan Tuhan.

Peran lembaga keagamaan sangat penting di Indonesia. Institusi agama memiliki kewenangan untuk menentukan makanan halal dan haram.

Organisasi keagamaan memiliki kekuatan untuk melegitimasi dua calon pengantin untuk mendirikan sebuah rumah tangga. Lembaga agama bertanggung jawab untuk menyelesaikan konflik di beberapa daerah.

Peran lembaga keagamaan juga termasuk sumber untuk menciptakan solidaritas sosial. Kemandirian rakyat Indonesia dari jaman penjajahan Belanda dicapai melalui perlawanan terhadap semesta jihad. Jihad sendiri adalah konsep dalam agama.

Lembaga Politik

Lembaga-lembaga politik tidak hanya berurusan dengan perebutan kekuasaan, tetapi juga dengan proses pengambilan keputusan politik. Hampir semua elemen kehidupan kita bersentuhan dengan politik.

Dari konstitusi ke RT, peraturan adalah keputusan politik. Politik institusi terbentuk atas dasar hukum formal. Di Indonesia, sistem politik negara adalah demokrasi berbasis Pancasila.

Baca Juga :  Sosiologi Pendidikan

Triad politica, yang terdiri dari lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif, adalah dasar utama.

Institusi politik melayani kontrol sosial, yaitu kontrol terhadap perilaku masyarakat. Misalnya, individu tidak dapat mencuri barang milik orang lain.

Lembaga-lembaga yang mengendalikan pelanggaran aturan dibuat oleh negara, seperti pengadilan, polisi, layanan sosial, penjaga dan petugas patroli. Semuanya adalah produk politik.

Jika seseorang mencuri dan tertangkap, mereka akan dihukum sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Aturan dalam bentuk hukuman juga merupakan produk politik.

Institusi Pendidikan

Pendidikan dimulai dengan kelahiran bayi, dan bahkan mungkin bayi berada di dalam rahim ketika orang tua membisikkan kata-kata kepada anak-anak masa depan mereka melalui perut ibu.

Lembaga pendidikan secara formal dibentuk untuk memenuhi kebutuhan pendidikan manusia. Sekolah dan universitas adalah dua contoh lembaga pendidikan formal yang didirikan dengan tujuan khusus, yaitu pendidikan siswa.

Fungsi lembaga pendidikan yang sering disebut adalah untuk menyosialisasikan nilai-nilai. Sistem nilai yang berlaku di masyarakat dapat dipertahankan atau dikembangkan lebih lanjut oleh lembaga pendidikan.

Misalnya, sekelompok orang yang menganut sistem nilai tentang pentingnya keadilan sosial bagi semua orang. Sekolah dan universitas mengajarkan siswa mereka betapa pentingnya keadilan sosial bagi orang-orang.

Ketika siswa lulus, nilai keadilan sosial diharapkan memiliki dampak kuat pada kehidupan sehari-hari mereka. Masyarakat pada umumnya diharapkan memiliki nilai keadilan sosial.

Beberapa lembaga sosial yang disebutkan di atas memiliki fungsi masing-masing. Dari lensa makro, kita dapat memahami bahwa keberadaan lembaga sosial pada dasarnya terdiri dalam mengimplementasikan fungsi sistem nilai dan norma-norma sedemikian rupa sehingga pemenuhan kebutuhan dasar manusia tercapai, seperti yang dinyatakan oleh para ahli yang disebutkan di atas.

Demikian Pembahasan Kita Kali Ini Mengenai Lembaga Sosial, Terimakasih Telah Setia Bersama kami dan nantikan pembahasan menarik lainnya di sosiologi.co.id . Semoga bermanfaat.

Baca Juga :