Mendidik Anak Sejak Dalam Kandungan

Posted on

Mendidik Anak Sejak Dalam KandunganMenciptakan Anak Cerdas Dan Saleh Sejak Dalam Kandungan – Pada kesempatan kali ini sosiologi.co.id akan membahas materi mengenai Melahirkan Tanpa Rasa Takut yang akan di jelaskan mulai dari pengertian, ciri, jenis, contoh, konsep, makalah fungsi, struktur dan makalah. Yuk simak pembahasan di bawah ini:

Mendidik Anak dan Menciptakan Anak Cerdas Dan Saleh Sejak Dalam Kandungan adalah hal yang sangat naïf ketika seorang anak menjadi bodoh, nakal, pembangkang, atau bermasalh, lalu orang tua menyalahkan guru, pergaulan disekolah, dan lingkungan yang tidak beres

Faktor Mendidik Anak

Mendidik Anak Sejak Dalam Kandungan

Tiga faktor itu hanya berperan dalam proses perkembangan anak, sedangkan bakat anak itu menjadi bodoh, nakal, ataupun pembangkang justru terletak dari bagaimana orang tua memberikan awal kehidupan si anak tersebut.

Bukan hal aneh bahwa seorang anak dapat dididik dan dirangsang kecerdasannya sejak masih dalam kandungan. Malah, sejak masih janin, orang tua dapat melihat perkembangan kecerdasan anaknya.

Untuk bisa seperti itu, orang tua harus memperhatikan bebrapa aspek, antara lain terpenuhinya kebutuhan biomedis, kasih saying, dan stimulasi.

Bicara tentang kecerdasan, tentu saja tidak bisa lepas dari masalah kualitas otak, sedangkan kualitas otak itu dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Secara prinsip, menurut Dokter Sudjatmiko, perkembangan positif kecerdasan sejak di dalam kandungan itu bisa terjadi dengan memperhatikan banyak hal.

Kebutuhan -kebutuhan biologis (fisik) berupa nutrisi bagi ibu hamil, gizinya harus cukup. Artinya, asupan protein, karbohidrat, dan mineralnya terpenuhi dengan baik.

Selain itu, seorang ibu hamil tidak menderita penyakit yang akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak di dalam kandungannya.

Baca Juga :  Melahirkan Tanpa Rasa Takut

Kebutuhan – kebutuhan nutrisi itu sendiri, sebenarnya bukan hanya ketika ibu mengandung pun sudah harus memerhatikan gizi, makanan, dan komposisi nutrisinya harus lengkap sehingga ketika ia hamil dari segi fisik sudah siap dan proses kehamilannya akan berlangsung optimal.

Tapi, memang, di Indonesia atau Negara-negara berkembang pada umum nya boleh di katakana sangat jarang ada keluarga yang mempersiapkan kehamilan. Malah, kerap kehamilan ddi anggap sebagai suatu yang mengejutkan.

Faktor- faktor yang menyebabkan Bayi kurang cerdas saat di lahirkan

  • Faktor Pertama – Bebeda dengan yang terjadi di Negara –negara maju. Inilah yang cendrung menjadi penyebab awal mengapa anak-anak yang lahir ke,udian tidak berkualitas, karena orang tua seakan-akan tidak siap dalam segala hal untuk memelihara anaknya.
  • Faktor kedua adalah kebutuhan kasih saying. Seorang ibu harus menerima kehamilan itu, dalam arti kehamilan yang benar-benar dikehendaki. Tanpa kasih sayang, tumbuh kembangnya bayi tidak akan optimal.

Ibu hamil haruslah siap dan dapat menerima resiko dari kehamilannya. Jangan sampai ada seorang wanita karir yang hamil, merasa terbebani dan khawatir akan mengganggu kehamilannya. Ia sebenarnya ingin hamil, tapi juga merasa terganggu dengan kehamilannya itu. Kondisi seperti ini tidak kondusif untuk merangsang perkembangan bayi di dalam kandungannya.

Ada lagi faktor psikologis yang mempengaruhi perkembangan kecerdasan bayi, yaitu apakah si ibu hamil menikah secara resmi atau kawin lari. Pernikahannya sirestui atakah tidak dan apakah ada komitmen antara istri dan suami. Tanpa dukungan walaupun ada komitmen dari suami dan orang tua dapat mengurangi perkembangan dan rangsangan kecerdasan bayi di dalam kandungan.

  • Faktor ketiga adalah adanya perhatian penuh dari si ibu hamil terhadap kandungannya. Ia dapat memberikan rangsangan dan sentuhan secara sengaja kepada bayi dalam kandungannya. Karena secara emosional akan terjadi kontak. Jika ibunya gembira dan senang, dalam daranya akan melepaskan neo transmitter zat-zat rasa senang sehingga bayi dalam kandungannya juga akan merasa senang.
Baca Juga :  Makanan yang Harus Dihindari Ibu Hamil

Sebaliknya, bila si ibu selalu merasa tertekan, terbebani, gelisa, dan stress ia akan melepaskan zat-zat dalam darahnya yang mengandung rasa tidak nyaman tersebut, sehingga secara tidak sadar bayi akan tersimulasi ikut gelisah. Yang paling baiki adalah stimulasi berupa suara-suara, elusan, dan nyayian yang disukai si ibu.

Hal ini akan merangsang bayi untuk ikut senang . Berbeda jika si ibu melakukan hal-hal yang tidak disukai, karena itu sama saja memberikan rangsangan negative pada si bayi.

Untuk mendapatkan kondisi-kondisi itulah, seorang ibu hamil harus tetap menjaga nutrisi yang di dapat dari makanan sehari-hari. Bahkan, perlu diimunisasi, misalnya dengan suntik TT.

Lakukan juga konsultasi rutin dengan dokter secara berkala. Mula-mula sekali sebulan dan pada bulan terakhir menjelang kelahiran (partus) diperketat menjadi tiga munggu sekali, lalu dua minggu sekali, dan bahkan mendekati partus menjadi setiap minggu.

Sebaiknya janganlah meminum obat-obatan yang bisa merangsang perkembangan bayi dan kecerdasan orak bayi. Obat-obatan semacam itu hanya omong kosong.

Pemberian obat obatan semacam itu percuma saja, dan tidak berpengaruh apa-apa. Yang penting, cipatakan saja lingkungan yang mendidik, yaitu ketiga factor itu tadi yang di jelaskan diatas.

Kondisi bayi yang masih berada di dalam kandungan bisa disimulasi dengan diperdengarkan music klasik, diajak bicara, dan diberikan elusan penuh kasih sayang.

Orang tua juga harus siap dan berusaha mengajarkan cara anaknya bersosialisasi dengan dunia luar ketika bayi masih di dalam kandungan.

Demikian Pembahasan Kita Kali Ini Mengenai Mendidik Anak, Terimakasih Telah Setia Bersama kami dan nantikan pembahasan menarik lainnya di sosiologi.co.id. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :