Mengenal Penyakit Kanker

Posted on

Mengenal Penyakit Kanker – Pada kesempatan kali ini sosiologi.co.id akan membahas materi mengenai Mengenal Penyakit Kanker yang akan di jelaskan mulai dari pengertian, ciri, jenis, contoh, konsep, makalah fungsi, struktur dan makalah. Yuk simak pembahasan di bawah ini:

Apa itu Kanker?

Mengenal Penyakit Kanker
Mengenal Penyakit Kanker

Kangker adalah sel yang telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak teratur. Kangker bisa terjadi dari berbagai jaringan dalam berbagai organ.

Sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangbiakannya, sel-sel kanker membentuk suatu masa dari jaringan ganas, yang menyusup ke jaringan di sekitarnya, dan bisa menyebar (metastasis) ke seluruh tubuh.

Sel-sel kanker dibentuk dari sel-sel normal dalam suatu proses rumit yang disebut transformasi, yang terdiri dari tahap inisiasi dan promosi. Pada tahap inisiasi terjadi suatu perubahan dalam bahan genetic sel yang memancing sel ganas.

Perubahan dalam bahan genetik sel ini disebabkan oleh suatu agen yang disebut karsinogen, yang bisa berupa bahan kimia, virus, radiasi ( penyinaran), atau sinar matahari. Tetapi tidak semua sel memiliki kepekaan yang sama terhadap suatu karsinogen.

Kelainan genetik dalam sel atau bahan lainnya yang disebut promotor, menyebabkan sel rentan terhadap karsinogen. Bahkan gangguan fisik menahun pun bisa membuat sel menjadi lebuh peka untuk mengalami suatu keganansan.

Pada tahapan promosi, suatu sel yang telah mengalamai inisiasi akan berubah menjadi ganas. Sel yang belum melewati tahap inisiasi tidak akan terpengfaruh oleh promosi.

Karena itu diperlukan beberapa faktor untuk terjadinya kegananasan (gabungan dari sel yang peka dan suatu sinogen). Dalam suatu proses dimana sebuah sel normal menjadi sebuah sel ganas, pada akhirnya DNA dari sel tersebut akan mengalami perubahan.

Perubahan dalam bahan genetic sel sering sulit ditemukan, tetapi terjadinya kanker, kadang dapat diketahui dari adanya seuatu perubahan kromosom abnormal yang disebut kromosom Philadelphia ditemukan pada sekitar 80% penderita leukemia mielositik kronik.

Perubahan genetic juga telah ditemukan dalam tumor otak dan kanker usus besar, payudara, paru-paru, dan tulang.

Mungkin diperlukan serangkaian perubahan kromosom untuk terjadinya kanker. Penelitian pada polyposis familial usus besar (kelainan usus herediter berupa pertumbuhan polip yang berubah menjadi ganas), telah membawa kita kepada suatu dugaan bagaimana hal ini terjadi pada kanker usus besar.

Baca Juga :  Struktur Mata dan Fungsi Beserta Penjelasannya

Lapisan usus besar yang normal mulai tumbuh secara aktif ( hiperproliferasi), karena sel-selnya tidak lagi memiliki gen penekan pada kromosom 5 yang dalam keadaan normal mengendalikan pertumbuhan lapisan tersebut.

Selanjut nya perubahan yang ringan dalam DNA mempermudah terbentuknya adenoma (tumor jinak). Gen lainnya (on-kogen RAS) menyebabkan adenoma tumbuh lebih aktif.

Bahan Kimia Yang Dapat Menyebabkan Kanker

Bahan KimiaJenis Kanker
ArsenParu-paru
AsbesParu-paru, Pleura
Amin AromatikKandung Kemih
BenzenLeukemia
KromParu-paru
NikelParu-paru, Sinus Hidung
Vinil KloridaHati
AlkoholKerongkongan, Mulut, Tenggoraokan
SirihMulut, Tenggorokan
TembakauKepala, Leher, paru-paru, Kerongkongan, kandung kemih
Agen AlkilatingLeukemia, Kandung kemih
DiettilstilbestrolHati, Vagina, (Pernafasan terjadi Sebelum Lahir)
OksimetolonHati
TorotrasPembuluh darah
  

Hilangnya gen penekan pada kromosom 18 selanjutnya akan merangsang adenoma, dan akhirnya hilangnya gen pada kromosom 17 akan merubah adenoma jinak menjadi kanker. Perubahan tambahan lainnya bisa menyebabkan kanker menyebar luas keseluruh tubuh (metastase).

Pada saar tubuh sebuah sel menjadi ganas, system kekbalan sering dapat merusak sebelum sel ganas tersebut berlipat ganda dan menjadi suatu kanker.

Kanker cendrung terjadi jika system kekebalan tidak berfungsi secara normal, seperti yang terjadi pada penderita AIDS, orang yang menggunakan oabat penekan kekabalan, dan pada penyakit autoimun tertentu.

Tetapi sistesystembalan tidak selalu efektif, kanker dapat menembus perlindungan ini.

Faktor Yang Menyebabkan Resiko Kanker

Sekumpulan faktor genetic dan lingkungan meningkatkan resiko terjadi nya kanker. Salah satu yang penting adalah riwayat keluarga . Berbeda keluarga memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita kanker tertentu bila di bandingkan dengan keluarga lain.

Misalnya, resiko wanita untuk menderita kanker payudara meningkat 1,5-3 kali, jika ibunya atau saudara perempuannya menderita kanker payudara.

Bebrapa kanker paydara berhubungan dengan suatu mutasi genetic yang khas, yang lebih seringdi temukan pada beberapa kelompok etnik 80-90% untuk menderita kanker payudara, dan 40-50% untuk menderita kanker indung telur.

Para peneliti telah menemukan bahwa 1 % dari wanita memiliki mutasi gen ini. Kanker lain yang cendrung di turunkan dalam keluarga adalah kanker kulit dan kanker usus besar.

Baca Juga :  Pengertian Mulut, Struktur, Bagian, Fungsi dan Gangguannya

Kelainana kromosom meningkatkan resiko erjadi nya kanker. Misalnya seorang dengan sindroma Down, yang memeiliki 3 buah kromosom 21, Sejumlahfaktor lingkungan meningkatkan resiko terjadinya kanker paru-paru, mulut, laring(pita suara), dan kandung kemih.

Pemaparan yang berlebihan dari sinar ultraviolet, terutama dari sinar matahari, menyebabkan kanker kulit.

Radiasi ionisasi (yang merupakan karsinogenik) digunakan dalam sinar X, dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga nuklir dan ledakan bom atom, dan bisa menjangkau jarak yang sangat jauh. Misalnya,orang yang selamat dari bom atom yang dijatuhkan di Hirosima dan Nagasaki pada Perang Dunia II, memiliki resiko tinggi terhadap terjadinya leukemia.

Pemapran oleh uranium pada pekerja tambang telah dihubungkan dengan terjadinya kanker paru –paru 10-20 tahun kemudian, resiko semakin tinggi jika para penambang juga meroko.

Pemaparan jangka panjang terhadap radiasi ionisasi memperngaruhi seseorang untuk menderita kanker sel darah, termaksuk leukemia akut.

Makanan adalah faktor resiko penting lainnya untuk kanker, terutama kanker pada saluran pencernaan. Diet tinggi serat mengurangi kemungkinan terjadinya kanker usus besar. Diet yang banyak mengandung makanan yang diasap dan diasamkan (dalam bentuk acar) meningkatkan resiko terjadinya kanker lambung.

Mengurangi lemak sampai kurang dari 30% dari kalori total, akan mengurangi resiko terjadinya kanker usus besar, payudara, dan prostat. Peminum alcohol memiliki resiko yang lebih tinggi terhadap terjadinya kanker kerongkongan.

Banyak bahan kimia yang diketahui menyebabkan kanker. Pemaparan terhadap bahan kimia tertentu dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker setelah beberapa tahun kemudian. Misalnya pemaparan asbes bisa menyebabkan kanker paru-paru dan mesothelioma (kanker pleura). Resiko ini akan lebih besar jika pekerja asbes juga seorang perokok.

Resiko terjadi nya kanker juga bervariasi berdasarkan tempat tinggal seorang. Resiko terjadinya kanker usus besar dan payudara di jepang yang tinggal diAmerika, dan pada akhirnya akan memiliki resiko yang sama besarnya dengan penduduk Amerika lain.

Orang Jepang memiliki angka kejadian kanker lambung yang sangat tinggi, tetapi pada orang Jepang yang lahir di Amerika angka ini lebih rendah. Variasi geografik dalam resiko kanker ini agaknya melibatkan banyak faktor, yaitu gabungan dari genetik, makanan, dan lingkungan.

Baca Juga :  Bagian Bagian Mata

Beberapa virus menyebabkan kanker pada manusia dan virus lain dicurigai sebagai penyebab kanker. Virus papilloma yang menyebabkan kutil genitas agaknya merupakan salah satu penyebab kanker leher Rahim pada wanita.

Virus Sitomegalo menyebabkan sarcoma Kaposi. Virus hepatitis B bisa menyebabkan kanker hati, meskipun karsinogen atau pun pramotornya tidak diketahui.

Di Amerika, virus ini menyebabkan kanker hidung dan tenggorokan. Jelas terlihat, bahwa beberapa faktor tambahan (lingkungan atau genetik), diperlukan untuk terjadinya kanker yang disebabkan oleh virus Epstein-barr. Beberapa virus retro manusia, misalnya, virus HIV, menyebabkan limfoma dan kanker darah lain.

Infeksi oleh parasit schistosoma (bilharzia)bisa menyebabkan kanker kandung kemih, karena terjadinya iritasi menahun pada kandung kemih. Tetapi penyebab iritasi menahun lain tidak menyebabkan kanker.

Infeksi oleh Chonorchis, yang terutama banyak ditemukan di Timur jauh, bisa menyebabkan kanker pankereas dan saluran empedu.

Resiko kanker telah berubah. Kanker yang tadinya sering ditemukan sekarang jarang terjadi. Misalnya pada tahun 1930 kanker lambung di AS 4 kali lebih sering di temukan dari pada sekarang. Mungkin hal ini disebabkan karena sekarang ini orang lebih sedikit mengkonsumsi makanan yang di asap atau diasamkan.

Sementara itu angka kejadian kanker paru-paru di AS pada tahun 1930 adalah 5 dari setiap 100.000 orang, meningkat menjadi 114 dari setiap 100.000 pada tahun 1990, dan angka kejadian ini melambung tinggi pada wanita. Perubahan ini hamper bisa dipastikan merupakan sigaret juga menyebabkan meningkatnya kanker mulut.

Usia merupakan faktor yang paling penting dalam terjadinya kanker. Beberapa kanker, misalnya, tumor wilms, leukemia limfositik akut, dan limfoma burkitt, banyak menyerang usia muda.

Mengapa hal ini terjadi, masih belum sepenuhnya dimengerti, tetapi salah satu faktor yang berperan adalah kecebdrungan genetik.

Sebagian besar kanker banyak terjadi pada usia lanjut. Kanker prostat, lambung, dan usus besar, kemungkinan besar terjadi setelah usia 60 tahun. Di AS, lebih dari 60% dari kanker terdianosis pada penderita yang berusia di atas 65 tahun.

Secara keseluruhan, resiko terjadinya kanker di AS meningkat 2 kali lipat setiap 5 tahun setelah usia 25 tahun. Meningkatnta resiko kanker mungkin merupakan gabungan dari meningkatnya dan bertambah lamanya waktu pemaparan terhadap karsinogen, dan melemahnya system tubuh.

Demikian Pembahasan Kita Kali Ini Mengenai Mengenal Penyakit Kanker, Terimakasih Telah Setia Bersama kami dan nantikan pembahasan menarik lainnya di sosiologi.co.id. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :