Penelitian Kualitatif

Posted on

Metode Penelitian Kualitatif – Pada kesempatan kali ini sosiologi.co.id akan membahas materi mengenai Penelitian Kualitatif yang akan di jelaskan mulai dari pengertian, ciri, jenis, contoh, konsep, makalah fungsi, struktur dan makalah. Yuk simak pembahasan Penelitian Kualitatif di bawah ini:

Pengertian Penelitian Kualitatif Adalah metode yang menekankan aspek pemahaman mendalam tentang suatu masalah daripada melihat masalah untuk penelitian generalisasi.

Apa Itu Penelitian Kualitatif ?

Penelitian Kualitatif

Metode penelitian ini lebih suka menggunakan teknik analisis mendalam untuk menyelidiki kasus dalam suatu kasus, karena metodologi kualitatif mengasumsikan bahwa jenis masalah berbeda dari jenis masalah lainnya.

Tujuan metodologi ini bukanlah generalisasi, tetapi pemahaman yang mendalam tentang suatu masalah. Fungsi penelitian kualitatif untuk penyediaan kategori konten dan hipotesis penelitian kualitatif.

Konsep Dasar Dari Penelitian Kualitatif

Pengertian Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif adalah strategi investigasi yang menekankan pencarian makna, pemahaman, konsep, fitur, gejala, simbol dan deskripsi dari suatu fenomena.

Fokus dan multi-metodis, alami dan holistik; Prioritas kualitas menggunakan berbagai metode dan presentasi naratif. Di sisi lain, dapat dikatakan bahwa tujuan penelitian kualitatif adalah untuk menemukan jawaban atas suatu fenomena atau pertanyaan melalui aplikasi sistematis metode ilmiah dengan menggunakan pendekatan kualitatif (Yusuf, 2013: 334).

Penelitian kualitatif adalah metode meneliti dan memahami makna yang dilihat beberapa individu atau kelompok orang sebagai akibat dari masalah sosial atau kemanusiaan.

Proses penelitian kualitatif ini mencakup upaya-upaya penting seperti mengajukan pertanyaan dan prosedur, mengumpulkan data spesifik dari para peserta, menganalisis data secara induktif dari topik tertentu ke topik umum dan menafsirkan makna data.

Laporan akhir dari penelitian ini memiliki struktur atau kerangka kerja yang fleksibel. Setiap orang yang terlibat dalam bentuk penelitian ini harus menerapkan perspektif penelitian induktif, fokus pada makna individu dan menerjemahkan kompleksitas suatu topik (Creswell, 2010: 4).

Menurut Sugiyono (2013: 7), karena popularitasnya, metode penelitian kualitatif baru-baru ini disebut metode baru yang ditanam postpositivist karena didasarkan pada filosofi postpositivisme.

Metode ini juga disebut sebagai metode artistik, karena penelitian ini lebih sebi (kurang terstruktur) dan disebut metode interpretasi, karena data hasil penelitian lebih banyak berurusan dengan interpretasi data yang ditemukan di lapangan.

Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitian ini dilakukan di bawah kondisi alamiah (nantural environment).

Juga disebut metode etnografi, karena metode ini pada awalnya digunakan lebih sering dalam penelitian di bidang antropologi budaya. disebut sebagai metode kualitatif karena data dan analisis yang dikumpulkan lebih kualitatif.

Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang didasarkan pada filosofi posositivisme dan digunakan untuk mempelajari kondisi alam benda.

Peneliti adalah instrumen utama, teknik akuisisi data dilakukan dengan triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif / kualitatif dan hasil penelitian lebih bersifat mekanis daripada generalisasi.

Pada awal pengembangan penelitian kualitatif, banyak lencana nama identik dengan penelitian kualitatif seperti:

Thorne (1997) menggunakan istilah “penelitian kualitatif non-kategorikal”;
Sandelowski (2000) menyebut ini “metode kualitatif dasar”;

Baca Juga :  Metode Penelitian Kualitatif

Merriam (1998) menyebut penelitian kualitatif dengan istilah “metode kualitatif generik”; “Studi kualitatif interpretatif dasar (2002). Metode kualitatif generik adalah cara untuk menemukan sesuatu dan memahami fenomena dengan mengetahui perspektif dan pandangan orang-orang yang terlibat.

Jangan memiliki asumsi filosofis dasar ketika mendefinisikan metode kualitatif. Oleh karena itu, “label” yang berbeda untuk penelitian kualitatif ditemukan dalam literatur ilmiah yang berbeda, juga dengan berbagai tipe.

Namun, dapat dikatakan bahwa penelitian kualitatif yang teridentifikasi adalah proses yang komprehensif untuk menemukan dan menganalisis, menganalisis dan menafsirkan data visual dan narasi untuk mendapatkan pemahaman tentang fenomena atau masalah yang menarik perhatian.

Aksioma Penelitian Kualitatif

Termasuk aksioma tentang realitas, hubungan para peneliti dengan yang diteliti, hubungan variabel, kemungkinan generalisasi dan peran nilai-nilai.

Sifat Realitas

Penelitian kualitatif didasarkan pada filosofi post-positivisme atau paradigma interpretatif. Realitas atau objek tidak dapat dilihat sebagian dan dibagi menjadi beberapa variabel.

Penelitian kualitatif menganggap objek sebagai dinamis, sebagai hasil konstruksi pemikiran dan interpretasi fenomena yang diamati, dan holistik, karena setiap aspek objek memiliki satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Seperti halnya memeriksa kinerja mobil, peneliti kualitatif memeriksa semua komponen dan hubungan di antara mereka, serta kinerja mengemudi mobil.

Realitas penelitian kualitatif bukan hanya apa yang dilihat (diamati), tetapi sampai terbalik. Jadi realitas adalah konstruksi atau interpretasi dari pemahaman semua data yang muncul di lapangan.

Rasio Penelitian Dengan yang Diperiksa

Dalam penelitian kualitatif, peneliti harus berinteraksi dengan sumber data sebagai instrumen manusia dan dengan teknik untuk merekam data pengamatan peserta (observasi partisipatif) dan dalam wawancara mendalam (wawancara mendalam). Oleh karena itu, peneliti kualitatif perlu mengetahui orang-orang yang menyediakan data.

Hubungan Antar Variabel

Dalam penelitian kualitatif, yang bersifat holistik dan lebih menitikberatkan pada proses, penelitian kualitatif lebih interaktif ketika mempertimbangkan hubungan antar variabel dalam objek yang diteliti dan saling mempengaruhi (gonta-ganti / interaktif), sehingga tidak diketahui mana yang dependen dan independen.

Variabel. Contoh hubungan antara nilai iklan dan penjualan. Dalam hal ini, hubungannya bersifat interaktif. Semakin banyak uang yang dihabiskan untuk iklan, semakin tinggi nilai penjualan, tetapi sebaliknya, semakin tinggi nilai penjualan, semakin tinggi alokasi dana untuk iklan.

Kemungkinan Generalisasi

Penelitian kualitatif tidak menggeneralisasi informasi, tetapi menekankannya sedemikian rupa sehingga mencapai tingkat makna. Seperti disebutkan sebelumnya, data adalah data di balik apa yang muncul.

Meskipun penelitian kualitatif tidak membuat generalisasi, itu tidak berarti bahwa hasil penelitian kualitatif tidak dapat diterapkan di tempat lain. Generalisasi dalam penelitian kualitatif yang disebut transferabilitas dalam bahasa Indonesia disebut keberalihan.

Intinya adalah bahwa hasil penelitian kualitatif dapat ditransfer atau diterapkan di tempat lain jika kondisi lokasi lain tidak berbeda secara signifikan dari lokasi penelitian.

Peran Nilai

Penelitian kualitatif untuk melakukan interaksi pengumpulan data berlangsung antara peneliti data dan sumber data. Dalam interaksi ini, baik peneliti dan sumber data memiliki latar belakang, pandangan, kepercayaan, nilai, minat, dan persepsi yang berbeda, sehingga akuisisi data, analisis, dan pelaporan mengikat nilai masing-masing.

Peneliti selalu mengalami dengan peserta. Partisipasi ini nantinya akan mengarah ke sejumlah masalah strategis, etis dan pribadi dalam penelitian kualitatif (Locke dalam Creswell 2010: 264).

Selain itu, peneliti kualitatif berperan dalam mendapatkan akses ke situs penelitian dan dalam masalah etika yang tiba-tiba dapat muncul.

  • Berikan pengalaman peneliti sebelumnya, yang mungkin secara kasar mencerminkan data di latar belakang yang luas, sehingga pembaca dapat lebih memahami subjek, lingkungan, atau peserta, serta interpretasi peneliti tentang fenomena tertentu.
  • Jelaskan hubungan antara peneliti dan peserta dan berikan informasi tentang lokasi penelitian.
  • Jelaskan langkah-langkah yang telah diambil peneliti untuk mendapatkan izin untuk melindungi hak-hak peserta.
  • Jelaskan langkah-langkah yang diambil untuk mendapatkan izin kepada peserta penelitian dan lokasi penelitian.
  • Jelaskan masalah etika yang mungkin timbul. Masalah etika ini dijelaskan oleh bagaimana peneliti mengantisipasinya. Misalnya, jika Anda mencari topik sensitif, penting untuk menjaga nama, lokasi, atau aktivitas orang tertentu. Dalam hal ini, proses kerahasiaan informasi juga harus dibahas dalam proposal penelitian.
Baca Juga :  Teori Konflik

Karakteristik Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif pada awalnya tersebar luas di bidang sosiologi, antropologi dan kemudian masuk ke bidang psikologi, pendidikan, bahasa dan bidang ilmu sosial lainnya.

Penelitian kualitatif tidak menggunakan analisis statistik ketika menganalisis data, tetapi naratif, sedangkan dalam penelitian kuantitatif sejak awal proposal, data yang akan dikumpulkan harus data kuantitatif atau kuantitatif.

Sebaliknya, dalam penelitian kualitatif mereka ingin mengungkapkan data secara kualitatif dan menyajikannya secara naratif sejak awal. Data kualitatif ini meliputi:

  • Deskripsi terperinci tentang situasi, kegiatan atau peristiwa atau fenomena tertentu, baik dalam hubungannya dengan orang-orang maupun dalam hubungannya dengan hubungan mereka dengan orang lain.
  • Pendapat langsung dari orang-orang yang memiliki pengalaman, pandangan mereka, sikap, kepercayaan dan cara berpikir.
  • Ekstrak dari dokumen, dokumen laporan, arsip, dan sejarah.
  • Deskripsi terperinci tentang sikap dan perilaku seseorang.

Untuk mendapatkan data kualitatif dengan baik, peneliti harus tahu apa yang dicari, dari mana asalnya dan bagaimana hubungannya dengan orang lain yang tidak dapat dipisahkan dari konteksnya. Untuk alasan ini, peneliti kualitatif harus:

  • Coba pelajari fenomena yang belum pernah dipelajari sebelumnya.
  • Dapat menambah dan memperkaya ilustrasi dengan dokumen lain, termasuk dokumen tertulis.
  • Pahami topik yang sedang dipelajari dengan mempelajari, melakukan triangulasi, atau melakukan penelitian menggunakan metode gabungan.
  • Upaya memahami fenomena sosial dari perspektif keterlibatan aktor alih-alih menjelaskannya dari luar.

Karakteristik penelitian kualitatif menurut Bogdan dan Biklen dalam Sugiyono (2013: 13):

  • Berperforma dalam kondisi alami (sebagai lawan eksperimen) langsung ke sumber data dan kepada peneliti adalah alat utama.
  • Penelitian kualitatif lebih bermakna. Data yang dikumpulkan adalah dalam bentuk kata atau gambar, sehingga angka tidak disorot.
  • Penelitian kualitatif lebih menekankan pada proses daripada pada produk atau hasil.
  • Penelitian kualitatif melakukan analisis data secara induktif.
  • Penelitian kualitatif lebih menekankan pentingnya (data di balik apa yang diamati)

Menurut Yusuf (2013: 336), beberapa karakteristik umum dari penelitian kualitatif adalah sebagai berikut:

  • Gunakan lingkungan alam sebagai sumber data penelitian.
  • Peneliti sebagai alat penelitian.
  • Teknik yang biasa digunakan oleh peneliti ketika mengumpulkan data di lokasi adalah observasi, wawancara dan analisis dokumen, atau analisis konten / wawancara.
  • Data yang dikumpulkan adalah data kualitatif
  • Data disajikan dalam bentuk deskriptif atau naratif
  • lebih mementingkan proses daripada hasil
  • cenderung menganalisis data secara induktif
  • Makna adalah sesuatu yang penting dalam penelitian kualitatif
  • Memprioritaskan perincian kompetisi
  • Sebagian besar penelitian kualitatif menggunakan data tangan pertama.
  • triangulasi
  • subjek dalam penelitian yang sama dengan peneliti
  • Analisis data dilakukan pada awal penelitian dan dilanjutkan sepanjang penelitian
  • Tinjauan harus dilakukan dalam penelitian kualitatif
  • Penelitian kualitatif dipengaruhi oleh pandangan dan keunikan para peneliti
  • Para peneliti mengambil pandangan holistik dari fenomena sosial
  • Desain bersifat umum dan fleksibel
Baca Juga :  Soal Sosiologi Kelas 9

Proses Penelitian Kualitatif

Desain penelitian kualitatif dibandingkan dengan Bogdan di Sugiyono seolah-olah dia akan piknik, jadi dia hanya tahu ke mana dia pergi, tetapi dia tentu tidak yakin apa yang ada di sana.

Dia akan tahu setelah memasukkan objek dengan membaca berbagai informasi tertulis, gambar, berpikir dan melihat objek dan kegiatan orang-orang di sekitarnya, melakukan wawancara dan sebagainya.

Proses penelitian kualitatif juga dapat dibandingkan dengan orang asing yang ingin melihat pertunjukan wayang kulit, seni atau peristiwa lain. Dia masih tidak tahu apa, mengapa, bagaimana bayangan itu dimainkan. Dia akan tahu setelah serius melihat, mengamati dan menganalisisnya.

Gambar di atas menunjukkan bahwa peneliti kualitatif belum memiliki masalah atau keinginan yang jelas, tetapi dapat langsung memasukkan objek / bidang.

Saat memasuki objek, peneliti tentu masih merasa aneh dengan objek tersebut, seperti halnya orang asing yang pertunjukan wayang kulitnya masih belum diketahui. Setelah memasukkan objek, peneliti kualitatif melihat semua yang ada di tempat yang masih umum ini.

Dalam fase ini disebut sebagai fase orientasi atau deskripsi dengan pertanyaan tur besar. Pada tahap ini, peneliti menggambarkan apa yang dilihat, didengar, dirasakan dan ditanyakan.

Mereka hanya tahu segalanya tentang informasi yang diterimanya. Pada titik ini, data yang diperoleh cukup beragam dan belum diatur dengan jelas.

Proses penelitian kualitatif pada tahap 2 disebut tahap reduksi / fokus. Pada fase ini, peneliti mengurangi semua informasi yang diperoleh pada fase pertama.

Dalam proses reduksi ini, para peneliti mengurangi data yang ditemukan pada tahap I untuk fokus pada masalah tertentu. Pada fase reduksi ini, para peneliti mengurutkan data dengan memilih data mana yang menarik, penting, berguna dan baru.

Data yang tidak digunakan akan dihapus. Berdasarkan pertimbangan ini, data kemudian dibagi menjadi beberapa kategori yang berbeda, yang didefinisikan sebagai fokus penelitian.

Proses penelitian kualitatif pada tahap 3 adalah tahap seleksi. Dalam fase ini, peneliti menggambarkan fokus, yang telah didefinisikan secara lebih rinci.

Pada tahap ini, setelah melakukan analisis menyeluruh terhadap data dan informasi yang diperoleh, peneliti dapat menemukan subjek dengan mengkonstruksi data yang diperoleh ke dalam hubungan pengetahuan, hipotesis, atau pengetahuan baru.

Hasil akhir penelitian kualitatif tidak hanya menyediakan data atau informasi yang sulit ditemukan dengan menggunakan metode kuantitatif, tetapi juga harus dapat memberikan informasi yang bermakna.

Bahkan hipotesis atau pengetahuan baru dapat digunakan untuk mengatasi masalah dan meningkatkan standar hidup masyarakat.

Demikian Pembahasan Kita Kali Ini Mengenai Pengertian Penelitian Kualitatif, Terimakasih Telah Setia Bersama kami dan nantikan pembahasan menarik lainnya di sosiologi.co.id . Semoga bermanfaat.

Baca Juga :