Sosiologi Budaya

Posted on

Sosiologi Budaya – Pada kesempatan kali ini sosiologi.co.id akan membahas materi mengenai Sosiologi Budaya yang akan di jelaskan mulai dari pengertian, ciri, jenis, contoh, konsep, makalah fungsi, struktur dan makalah. Yuk simak pembahasan di bawah ini :

Sosiologi budaya melihat budaya sebagai elemen penting yang membentuk interaksi dan hubungan sosial.

Budaya mencakup semua aspek kehidupan sosial, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat.

Budaya memiliki beragam ekspresi mulai dari artefak dan teknologi hingga sistem kepercayaan, pola pikir, dan bahasa.

Pengertian Sosiologi Budaya

Sosiologi Budaya
Sosiologi Budaya

Sosiologi budaya adalah sub-disiplin sosiologis yang berfokus pada studi tentang aspek budaya atau budaya masyarakat sebagai objek studi.

Budaya itu sendiri adalah istilah dengan definisi yang cukup luas. Budaya dapat mengandung berbagai elemen yang mengekspresikan pola kehidupan dan kehidupan manusia.

Budaya yang diteliti terdiri dari sejumlah nilai, sistem kepercayaan, bahasa, saluran komunikasi, dll., Yang dipraktikkan oleh kelompok orang tertentu sebagai ekspresi dari keberadaan mereka.

Selain itu, budaya yang diteliti dapat mencakup produk fisik manusia seperti teknologi dan seni dalam bentuk artefak atau lainnya, dan perannya dalam keberlanjutan kehidupan sosial.

Selain produk komunitas, budaya juga merupakan ekspresi yang mendefinisikan keberadaan komunitas.

Dengan kata sederhana, budaya dapat dilihat sebagai apa yang kita lakukan dan bagaimana kita melakukannya.

Misalnya, cara kita berbicara, berjalan, duduk, berlari, dll. Adalah bentuk ekspresi budaya. Menari, bernyanyi, bermain media sosial juga merupakan bagian dari praktik budaya.

Budaya yang dipraktikkan oleh komunitas tidak hanya dibagi menjadi materi dan tidak material, tetapi juga menjadi sakral dan profan atau sekuler.

Ritual keagamaan yang dilakukan oleh komunitas agama adalah budaya sakral. Latihan rutin, belajar, latihan balet, kelas memasak dan sejenisnya juga bisa disebut budaya profan.

Pentingnya Sosiologi Budaya Dalam Pelajaran Sosiologi

Sosiologi melihat budaya sebagai salah satu elemen paling penting yang membentuk hubungan sosial, interaksi dan tatanan sosial.

Baca Juga :  Sosiologi Olahraga

Memahami budaya masyarakat juga merupakan cara untuk memahami dunia sosial yang lebih luas.

Misalnya, jika kita memahami komunitas yang hidup di lereng Merapi, kita dapat melakukannya dengan memahami budaya mereka.

Budaya lereng Merapi berkisar dari kegiatan sehari-hari hingga ritual kolektif yang dilakukan oleh warga negaranya.

Jika kita memahami budaya masyarakat kita, kita bisa mendapatkan jawaban yang berbeda, misalnya, mengapa masyarakat setempat dapat “niteni” ketika gunung pecah, apa yang harus dilakukan dan seterusnya.

Budaya dalam masyarakat sangat penting sehingga orang dapat mengatakan bahwa tidak ada masyarakat tanpa budaya.

Teori Sosiologi Budaya

Secara struktural, ada dua teori utama yang dapat digunakan sebagai pendekatan sosiologis untuk memahami budaya.

Pendekatan struktural fungsional. Pendekatan ini terinspirasi oleh sosiolog Prancis Emile Durkheim.

Menurut Durkheim, baik budaya material maupun immaterial memainkan peran penting dalam menjaga solidaritas dan soliditas kelompok. Kesamaan nilai, kepercayaan, ritual, dll.

Mengarahkan kelompok sosial yang mempraktikkannya untuk mencapai tujuan bersama dengan berbagi identitas kolektif yang sama.

Menurut Durkheim, partisipasi individu dalam ritual atau ritual budaya tertentu berarti bahwa individu berpartisipasi dalam konfirmasi dan pengakuan terhadap keberadaan budaya-budaya ini, sehingga keberadaan budaya-budaya ini lebih kuat dan pada akhirnya memperkuat solidaritas kelompok.

Pendekatan kritis. Pendekatan ini terinspirasi oleh pemikir sosial Karl Marx.

Menurut Marx, budaya atau budaya adalah instrumen atau alat dominasi partai yang berkuasa atau mayoritas atas partai yang didominasi atau minoritas yang lemah.

Selain itu, budaya juga bisa menjadi sarana perlawanan fisik atau ideologis dari mereka yang didominasi oleh mereka yang mendominasi. Partai dominan cenderung disponsori oleh sistem ekonomi kapitalis.

Sebagai contoh, ideologi arus utama menyatakan bahwa kesuksesan berarti kaya dan punya uang. Untuk menjadi sukses, seorang karyawan harus bekerja keras dan mendedikasikan dirinya pada pekerjaan agar menjadi sekaya bosnya.

Pada kenyataannya hanya ada beberapa pekerjaan dengan gaji yang sesuai dari bos. Budaya kerja keras oleh karyawan sebenarnya membuat bos lebih kaya. Sementara sebagian besar karyawan selalu tinggal di bawah bos mereka.

Pengertian Sosiologi Budaya Menurut Para Ahli

Tambah jumlah kemungkinan arti. Dengan cara ini, artikel ini perlu diperbarui berdasarkan persyaratan yang sangat menarik.

Saat ini Anda dapat membaca beberapa koleksi tentang pemahaman sosial-budaya.

Menurut Keith Jacobs

Menurut Keith Jacobs, kesadaran sosial umumnya didasarkan pada situs web komunitas.

Baca Juga :  Sosiologi Politik

Menurut Paul Ernest

Menurut Paul Ernest, kata sosial berarti sejumlah individu yang secara individual terlibat dalam berbagai kegiatan umum.

Menurut Mesin Fahri i.

Menurut Engin Fahri, arti kata “sosial” adalah jantung dari hubungan antara orang-orang, dan masih ada perdebatan tentang pola hubungan untuk orang-orang ini.

Menurut Peter Herman

Menurut Peter Herman, pemahaman sosial dipahami sebagai perbedaan, tetapi masih secara keseluruhan.

Menurut Ruth Islet

Makna dan makna dari kata sosial versi Ruth Eillet dipahami sebagai perbedaan, tetapi inheren dan koheren.

Menurut Philip Wexler

Menurut Philip Wexler, masyarakat adalah dasar untuk memahami dan menafsirkan bagi semua orang.

Menurut Lewis

Lewis berpendapat bahwa kata sosial berarti sesuatu yang dapat direalisasikan, diproduksi, dan ditentukan dalam proses interaksi sehari-hari antara warga dan pemerintah mereka.

Menurut Lina Dominelli

Definisi sosial adalah bagian yang tidak sempurna dari hubungan manusia yang membutuhkan ekspresi hal-hal yang rapuh.

Menurut Enda M.C.

Dari Enda M. hingga C, kata sosial berarti cara berurusan dengan orang.

Menurut Majalah umum

Koaristokrasi budaya adalah ide, rasa, tindakan dan hasil kerja manusia dalam kehidupan manusia yang akan muncul setelah belajar.

Sejarah Sosiologi Budaya

Tonggak sejarah dalam sejarah suku Duano dapat dibagi menjadi empat periode berdasarkan adaptasi mereka terhadap lingkungan biofisik.

Pengelompokan Ini dicapai melalui serangkaian proses pengumpulan data menggunakan teknik yang sudah ada.

Periode pertama adalah sebelum 1722 dengan budaya upah sebagai pelaut yang berburu ikan Ruya, periode kedua antara 1722 dan 1932 sebagai pelaut yang berburu ikan dangkal.

Periode ketiga dari 1932 hingga 1960 sebagai transisi dari pelaut ke nelayan permanen yang Memanfaatkan sumber daya perikanan di muara sungai dan periode keempat setelah 1960 sebagai nelayan permanen yang mengumpulkan / mengumpulkan sumber daya perikanan di muara atau mengunyah kegiatan mengunyah.

Interaksi antara suku Duano dan negara mempengaruhi perubahan dalam budaya kehidupan mereka.

Perubahan budaya kehidupan yang dipengaruhi oleh kekuatan negara atau kekuatan lain di luar komunitas dapat digambarkan sebagai adaptasi yang hampir alami.

Sosiologi budaya melihat budaya sebagai elemen penting yang membentuk hubungan dan interaksi dalam masyarakat.

Berbagai ekspresi, mulai dari artefak dan teknologi hingga sistem kepercayaan, pola pikir, dan bahasa, termasuk dalam budaya, sehingga sosiologi budaya melihat semua aspek kehidupan sosial baik yang terlihat maupun tidak terlihat.

Baca Juga :  Manfaat Penelitian

Kali ini saya akan mengulas sub-disiplin sosiologi, yaitu sosiologi budaya. Cabang sosiologi ini berfokus pada mempelajari aspek-aspek budaya dalam kehidupan sosial.

Budaya yang diteliti mencakup cara mereka berinteraksi, bahasa, sistem kepercayaan, nilai-nilai yang berlaku, dan praktik komunitas kelompok tertentu sebagai ekspresi dari keberadaan mereka.

Budaya yang diteliti didasarkan pada produk fisik manusia seperti teknologi dan karya seni atau hal-hal lain yang berperan dalam keberlanjutan kehidupan sosial. Budaya bukan hanya produk masyarakat, tetapi juga ekspresi yang mendefinisikan keberadaan komunitas ini.

Budaya yang dipraktikkan oleh masyarakat dibagi menjadi materi dan tidak material. Selain yang terbagi antara sakral dan profan atau sekuler.

Budaya suci seperti ritual keagamaan dipraktikkan oleh komunitas agama. Sedangkan yang profan seperti memasak, belajar, olahraga rutin atau hal-hal terkait (orang fisik).

Budaya adalah salah satu elemen terpenting yang membentuk hubungan dan interaksi sosial dalam tatanan sosial. Jika kita memahami budaya masyarakat, kita juga bisa memahami dunia sosial yang lebih luas dan lebih dalam.

Contoh konkret yang dapat dipahami seperti ini: Jika kita meneliti orang-orang yang tinggal di lereng Gunung Merapi, kita dapat melakukannya dengan memahami budayanya, dari kehidupan sehari-hari hingga ritual kolektif warganya.

Secara struktural, ada dua teori utama yang dapat digunakan sebagai pejuang sosiologis ketika meneliti suatu budaya. Pertama, dengan pendekatan struktural fungsional.

Menurut sosiolog Prancis Emile Durkheim, budaya atau budaya, yang bersifat material dan immaterial, memainkan peran penting dalam mempertahankan solidaritas dan soliditas kelompok. Kesamaan nilai, kepercayaan, ritual, dll.

Mengarahkan kelompok sosial yang mempraktikkannya untuk mencapai tujuan bersama dan mempertahankan identitas kolektif yang sama.

Durkheim menambahkan bahwa ketika individu berpartisipasi dalam ritual tertentu, itu berarti bahwa individu mengakui dan mengakui keberadaan budaya itu sehingga keberadaan mereka lebih kuat dan solidaritas di antara mereka semakin kuat.

Selain pendekatan struktural, ada juga pendekatan kritis. Dengan pendekatan ini, menurut Karl Marx, budaya adalah instrumen atau instrumen aturan dari partai yang berkuasa (mayoritas) hingga minoritas.

Demikian Pembahasan Kita Kali Ini Mengenai Sosiologi Budaya, Terimakasih Telah Setia Bersama kami dan nantikan pembahasan menarik lainnya di sosiologi.co.id. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :