Sosiologi Pendidikan

Posted on

Sosiologi Pendidikan – Pada kesempatan kali ini sosiologi.co.id akan membahas materi mengenai Sosiologi Pendidikan yang akan di jelaskan mulai dari pengertian, ciri, jenis, contoh, konsep, makalah fungsi, struktur dan makalah. Yuk simak pembahasan di bawah ini:

Sosiologi pendidikan adalah salah satu topik penting dalam disiplin sosiologi. Sosiologi pendidikan ini dibentuk dalam 4 fase sejarah.

Ini menjelaskan Ary H. Gunawan, yang berpendapat bahwa tingkat pertama sosiologi masih terkait dengan filsafat, tingkat kedua tingkat empiris, tingkat ketiga sosiologi sebagai disiplin ilmu, dan akhir pendidikan dalam sosiologi sebagai cabang pendidikan.

Pengertian Sosiologi Pendidikan

sosiologi pendidikan

Sosiologi pendidikan adalah dua istilah penting yang digabungkan. Istilah ini adalah istilah sosiologi dan pendidikan. Sosiologi, yang berarti komunitas dan pendidikan, berarti proses perubahan yang mengarah pada pengajaran dan pelatihan.

Memahami sosiologi pendidikan secara umum adalah studi sosiologis yang meneliti hubungan antara masyarakat dan interaksi sosial dalam paradigma pendidikan.

Ini berarti bahwa dalam sosiologi pendidikan ada hubungan antara pengajaran, pelatihan dan pengetahuan tentang perubahan sosial dalam masyarakat.

Memahami Sosiologi Pendidikan Menurut Para Ahli

Pendapat sosiologi pendidikan dari perspektif para ahli meliputi:

Menurut F.G. Robbins

Sosiologi pendidikan adalah cabang ilmu-ilmu sosial yang meneliti struktur dan dinamika proses pendidikan. Struktur di sini berisi sejumlah pendidikan, sistem, kepribadian dan pengetahuan. Sementara dinamika pendidikan erat kaitannya dengan masalah sosial yang muncul di masyarakat.

Menurut H.P. Fairchild

Sosiologi pendidikan adalah ilmu yang menerapkan masalah pendidikan.

Menurut Prof. Prof. Dr. S. Nasution, M.A.

Definisi sosiologi pendidikan adalah wawasan tentang kontrol dan pengembangan individu dan kelompok dalam masyarakat sosial.

Menurut Drs Ary H. Gunawan

Pengetahuan yang memecahkan masalah pendidikan melalui studi sosial.

Baca Juga :  Sosiologi Pembangunan

Menurut Francis Broun

Definisi sosiologi pendidikan adalah disiplin ilmu yang diajarkan dalam analisis lingkungan budaya, individu dalam nuansa pendidikan. Ini berarti bahwa semua aspek budaya, urusan sosial dan pendidikan termasuk dalam proses ini.

Menurut Rochman Natawidjaja

Memahami sosiologi pendidikan adalah cabang dari disiplin sosiologi yang meneliti hubungan antara institusi pendidikan dan kehidupan lain. Misalnya, ada interaksi sosial dalam lembaga pendidikan.

Menurut Nasution

Sosiologi pendidikan berarti bahwa sains mempelajari proses pendidikan yang lebih baik dari sebelumnya dengan mengendalikan perkembangan kelompok atau agra individu.

Dari pengertian sosiologi pendidikan menurut pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa sosiologi pendidikan merupakan pendekatan sosiologis terhadap fenomena pendidikan melalui konsep, variabel, metode dan teori untuk menganalisis realitas sosial, terutama masalah di dunia pendidikan.

Ruang Lingkup Dari Sosiologi Pendidikan

Lingkup sosiologi pendidikan antara lain sebagai berikut:

  • Interaksi guru-siswa, interaksi ini muncul di lembaga-lembaga pendidikan, yang bentuknya selalu terkait dengan pengajaran dan transfer pengetahuan antara guru dan siswa.
  • Dinamika kelompok dan organisasi internal sekolah menempatkan masalah ini sebagai pusat diskusi sosiologi pendidikan. Ini karena kelompok sosial di lembaga pendidikan selalu memiliki hubungan dekat dengan Orgaganisasi internal.
  • Struktur dan fungsi sistem pendidikan. Studi dalam sosiologi pendidikan juga fokus pada berurusan dengan struktur dan sistem di dunia pendidikan.
  • Sistem terakhir yang merupakan pusat studi sosiologi pendidikan adalah sistem pendidikan di masyarakat yang telah berhasil dan belum berhasil diterapkan atau diterapkan. Misalnya untuk sistem pendidikan ini adalah kurikulum.

Sistem Pendidikan

Sistem pendidikan di Indonesia diatur oleh kurikulum. Kurikulum adalah rencana yang dirancang untuk mempercepat proses belajar mengajar di bawah bimbingan dan tanggung jawab sekolah atau lembaga pendidikan dan staf pengajarnya. Perubahan-perubahan berikut dibuat pada kurikulum pada awal 2015:

  • Kurikulum sekolah dasar dilaksanakan pada tahun 1968.
  • Kurikulum untuk proyek percontohan untuk pengembangan sekolah dilaksanakan pada tahun 1973.
  • Kurikulum sekolah dasar dilaksanakan pada tahun 1975.
  • Kurikulum 1984 diimplementasikan pada tahun 1984.
  • Kurikulum 1994 diimplementasikan pada tahun 1994.
  • Kurikulum 1994 yang direvisi dilaksanakan pada tahun 1997.
  • Kurikulum berbasis kompetensi perintis diimplementasikan pada tahun 2004.
  • Kurikulum di tingkat satuan pendidikan dilaksanakan pada tahun 2006.
  • Kurikulum 2013 hingga awal 2015 sedang dalam proses pengujian.
  • Sejak 2014 kurikulum SBC diperkenalkan kembali pada tahun 2006.
  • Setiap kurikulum memiliki visi dan misi yang berbeda. Selain itu, setiap kurikulum memiliki kelebihan dan kekurangan. Perubahan kurikulum perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan sistem pendidikan untuk mencapai kualitas terbaik bagi generasi negara.
Baca Juga :  Sosiologi Ekonomi

Tujuan Dari sosiologi pendidikan

Tujuan sosiologi pendidikan dalam mengajar atau belajar adalah untuk menjelaskan fungsi pengetahuan dengan menjelaskan, memprediksi dan menggunakan semua bentuk yang ada dalam fenomena sosial maupun dalam fenomena pendidikan.

Ini karena model yang dimasukkan dalam pendidikan lebih fungsional dan dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat luas.

Contoh Studi Dalam Sosiologi Pendidikan

Contoh studi lengkap atau belum direalisasi. Dalam kasus sosiologi pendidikan, misalnya, ada budaya kita untuk berpakaian pesta, aturannya tidak menyebutkan bagaimana memakai pakaian atau kualitas apa.

Namun, karena pendidikan, sepertinya kita harus membedakan antara pakaian pesta dan pakaian yang perlu dikenakan saat melakukan sholat (rutinitas keagamaan).

Contoh-contoh pertemuan sosial dapat disebut sebagai salah satu model dalam studi sosiologi pendidikan yang berupaya memberikan pendidikan dengan pengaruh besar dan proses yang lambat bagi masyarakat.

Pendekatan Teoritis Dalam Sosiologi Pendidikan

Teori Fungsionalisme

Tokoh sosiolog klasik Emile Durkheim adalah ahli teori fungsi sosial dalam pendidikan. Durkheim percaya bahwa pendidikan moral diperlukan untuk membangun dan mempertahankan solidaritas sosial dalam masyarakat.

Memperkuat solidaritas sosial mengurangi gejala pembusukan sosial dan masalah sosial lainnya. Pendidikan moral adalah sarana untuk kehidupan sosial yang harmonis.

Perspektif ini membuat Durkheim penulis perspektif fungsionalisme dalam pendidikan. Teori fungsionalisme menekankan asumsi bahwa bentuk-bentuk lain lembaga sosial dalam masyarakat seperti politik, agama, norma, nilai-nilai moral, dan etika sangat bergantung pada proses sosialisasi yang terjadi di lembaga pendidikan.

Menurut pandangan ini, fungsi sosialisasi dalam pendidikan bertujuan untuk menciptakan kontrol sosial atau kontrol sosial dan untuk mengurangi perilaku menyimpang.

Teori Interaksi Simbolik

Pendekatan ini berfokus pada proses interaksi dalam lembaga-lembaga pendidikan seperti sekolah dan hasil dari interaksi ini. Misalnya interaksi antara guru dan siswa di sekolah.

Teori interaksionalisme simbolik meneliti bagaimana karakteristik sosial mempengaruhi interaksi sosial seperti jenis kelamin, kelas, ras, dll., Dan bagaimana interaksi ini menciptakan harapan antara guru dan siswa.

Baca Juga :  Sosiologi Komunikasi

Guru mengharapkan perilaku tertentu dari siswa tertentu dan juga dari siswa guru. Guru memiliki harapan tertentu agar siswa berperilaku berbeda dari anak laki-laki. Misalnya, siswa perempuan tidak diharapkan mendapat nilai bagus dalam mata pelajaran olahraga. Kenapa begitu?

Contoh lain: Di Indonesia, gejala penurunan praktik kekerasan oleh guru terhadap siswa menurun. Ini dipicu oleh peraturan yang melarang penggunaan kekerasan di sekolah.

Hasil dari manifesto ini adalah bahwa sekolah menjadi arena belajar tanpa kekerasan. Efek laten adalah bahwa sekolah siswa menjadi lebih berani atau guru semakin takut akan tuntutan hukum yang dapat mempengaruhi mereka. Aturan yang mengarah pada non-kekerasan mengandung ekspektasi eksternal dari interaksi antara guru dan siswa.

Teori Konflik

Pendekatan teori konflik dalam sosiologi pendidikan diinspirasi oleh Karl Marx, yang meneliti hubungan antara pekerja dan pemilik faktor-faktor produksi dalam sistem ekonomi kapitalisme.

Teori konflik dalam sosiologi pendidikan berfokus pada pertanyaan tentang bagaimana institusi pendidikan berkontribusi pada reproduksi hierarki dan ketidaksetaraan sosial dalam masyarakat.

Pendekatan ini awalnya menemukan bahwa lembaga pendidikan seperti sekolah atau universitas mencerminkan hierarki berdasarkan kelas, jenis kelamin, ras, dll. Perbedaan ini secara akurat tercermin dalam proses pendidikan.

Misalnya, bagaimana siswa dari kelas sosial, ras, atau jenis kelamin tertentu memiliki potensi lebih besar untuk menjadi pekerja atau manajer daripada siswa lain.

Pendekatan konflik juga mengasumsikan bahwa sistem dan kurikulum pendidikan yang berlaku adalah produk dari kekuatan dominan, berdasarkan pada nilai-nilai dan kepercayaan mayoritas.

Kecenderungannya adalah bahwa nilai-nilai ini menghasilkan proses pendidikan yang mengecualikan kelompok minoritas berdasarkan kelas, jenis kelamin, agama, ras, dan lain-lain.

Melalui penggunaan teori konflik, pendidikan dipandang sebagai institusi sosial yang mereproduksi kekuasaan, pemerintahan, penindasan, dan ketidaksetaraan dalam masyarakat.

Demikian Pembahasan Kita Kali Ini Mengenai Pengertian Sosiologi Pendidikan, Terimakasih Telah Setia Bersama kami dan nantikan pembahasan menarik lainnya di sosiologi.co.id . Semoga bermanfaat.

Baca Juga :