Tips Memilih Jasa Pengiriman

Posted on

Tips Memilih Jasa Pengiriman – Umumnya kegunaan alat berat digunakan pada pembangunan infrastruktur bangunan, lahan, dan kegiatan industri. Jenis alat berat juga berbeda, diantaranya, tractor, buldozer, excavator, dan lainnya.

Ketika perusahaan atau pemerintah hendak membutuhkan alat berat biasanya tidak dibeli karena harganya selangit.

Oleh karenanya alat berat tersebut disewakan dan dikirim dari wilayah tertentu. Pengiriman alat berat tidak sembarangan, memerlukan teknik khusus.

Massa dan dimensi masing-masing jenis alat berat juga berbeda, biasanya diatas 30 kilogram. Perusahaan pengirim alat berat diwajibkan melakukan pengemasan yang baik agar barang utuh dan selamat sampai tujuan.

Sebelum melakukan pengiriman alat berat ikuti tips-tips memilih jasa pengiriman alat berat berikut ini.

Tips Memilih Jasa Pengiriman Alat Berat

Tips Memilih Jasa Pengiriman Alat Berat

Mencari jasa pengiriman alat berat harus tepat dan terpercaya. Sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi Anda karena ada hambatan dalam perjalanan. Simak tips-tips berikut ini.

1. Memiliki Pengalaman

Tips Memilih Jasa Pertama-tama carilah ekspedisi pengiriman yang berpengalaman. Pasalnya, perusahaan tersebut akan memperlakukan alat berat menggunakan cara khusus. Coba tinjau seberapa banyak pelanggan seperti perusahaan  dan individu yang telah ditangani.

2. Estimasi Waktu Pengiriman Alat Berat

Jangan lupa untuk memperkirakan dahulu estimasi waktu  alat berat sampai ke tujuan. Contohnya pengiriman dari Jakarta Utara sampai ke Palembang akan memakan waktu 3-4 hari.

Sehingga, Anda dapat memperkirakan kapan alat tersebut tiba. Estimasi waktu ini dapat mundur karena hal-hal yang tidak dapat dihindari. Contohnya macet dan bencana alam seperti banjir atau tanah longsor.

Estimasi waktu juga bergantung pada jalur angkutan pengiriman. Apakah melalui jalur darat, laut, atau udara.  Biasanya pengiriman melalui jalur laut lebih cepat dibanding melalui jalur darat.

3. Perusahaan Pengiriman Alat Berat Berlisensi

Tips Memilih Jasa Selanjutnya pilihlah perusahaan yang memegang izin dan lisensi. Tidak ada salahnya menanyakan apakah perusahaan tersebut memiliki lisensi pengiriman alat berat. Tujuannya agar pengiriman tidak terhambat karena kendala hukum ketika angkutan melintasi perbatasan provinsi atau daerah.

4. Pertimbangkan Tarif

Biaya pengiriman alias ongkos kirim sampai ke tujuan adalah hal utama. Apabila ingin mencari biaya yang murah lakukan survey harga ke beberapa perusahaan.

Jika dirasa tarif tersebut mahal maka coba untuk menawarkan harga atau menanyakan promosi. Perusahan pengiriman barang biasanya bersedia memberi harga miring apabila Anda mengirim alat berat dalam jumlah besar.

5. Asuransi Alat Berat

Tips Memilih Jasa Sama halnya dengan barang lain, pengiriman alat berat harus diberikan asuransi. Sebaiknya asuransi pengiriman tersebut langsung disediakan oleh perusahaan ekspedisi langsung. Melekatnya asuransi akan membantuk ketika terjadi hal buruk ditengah perjalanan. Contohnya alat berat hilang dan rusak parah.

6. Perhatikan Pengemasan Bagian Rentan Rusak

Perlakuan setiap jenis alat berat tidaklah sama dan berbeda dari pengemasan barang biasanya. Idealnya pengemasan dilakukan oleh perusahaan ekspedisi. Adapun bagian yang wajib dikemas adalah area rentan rusak akibat goncangan, perubahan suhu, ataupun rapuh.

7. Menentukan Tempat Menurunkan Alat Berat

Tentukan pula alamat tempat penurunan alat berat. Informasikan kepada perusahaan ekspedisi tersebut apakah menjangkau alamat yang dituju. Biasanya perusahaan ekspedisi tidak bersedia mengirimkan hingga ke wilayah pelosok dan jauh dari peradaban.

Jenis-jenis Alat Berat

Jenis-jenis alat berat ternyata beragam, antara lain berikut ini:

1. Motor Grader

Motor grader adalah alat berat  dengan ukuran cukup besar. Kegunaannya untuk meratakan permukaan tanah. Biasanya dipakai untuk membuat tanggul, galian tanah, menggusur tanah, dan lain-lain.

2. Motor Scraper

Motor scraper merupakan jenis alat berat multifungsi. Motor scraper mampu memotong lereng bendungan dan tanggul. Disamping itu, banyak digunakan ketika membangun perumahan untuk membuat galian tanah.

3. Mobile Crane

Mobile crane adalah alat berat yang dipakai mengangkut material bangunan. Contohnya beton, rangka baja, dan lain-lain. Keunggulan dari alat berat ini adalah mobilisasi mudah dan mampu beroperasi pada permukaan air.

4. Asphalt Finisher

Asphalt finisher adalah jenis alat berat paling sering digunakan untuk membangun jalan raya dan tol. Penggunaan asphalt finisher untuk menghamparkan aspal pada permukaan jalan. Adapun kekurangannya yaitu pada roda kelabang manuver dengan daya ambang kasar membuat kinerja lebih lama.

5. Pneumatic The Roller

Pneumatic the roller berfungsi memaksimalkan pekerjaan berat. Misalnya menggilas bahan granular. Disamping itu tahan panas dalam suhu tinggi, sehingga dapat digunakan untuk menggilas lapisan hot mix.

6. Bulldozer

Bulldozer merupakan alat berat yang dipakai mengelola lahan. Kinerjanya mendorong tanah lurus ke depan maupun samping. Arah bulldozer tergantung dari sumbu kendaraan. Kelebihan alat berat ini dapat menahan beban berat. Tetapi untuk mobilisasi bulldozer tidak leluasa karena jarak tempuhnya pendek.

7. Excavator

Excavator adalah alat berat yang biasanya dipakai untuk menggali tanah dan mengangkut material ke dalam truk. Mobilisasi alat satu ini serupa dengan bulldozer, dimana jarak tempuhnya pendek

8. Wheel Loader dan Track Loader

Wheel Loader dan Track Loader berfungsi untuk memindahkan material bangunan yang berat. Adapun kinerja keduanya dapat dikatakan sama seperti dozer. Jarak tempuh alat tersebut juga pendek.

Dasar-dasar Pengemasan Alat Berat

Pengemasan alat berat berbeda dari barang biasanya yang dibeli melalui online shop. Pengemasannya disebut juga dipaletkan dan wajib memenuhi standar pengiriman transportasi ekspres dari pesawat, truk, kapal.

Secara mendasar terdapat empat syarat penanganan dasar ketika mengemas alat berat yang hendak dikirimkan. Sehingga, tidak ada biaya tambahan untuk pengemasan dan barang sampai dengan selamat. Berikut ini dasar-dasar pengemasan yang wajib diketahui.

  • Stackable atau dapat ditumpuk. Jadi pastikan alat berat dikemas dengan kuat supaya mempermudah penyusunan dan dapat ditumpuk.
  • Forkable atau dapat diangkat. Apabila alat tersebut memiliki berat lebih dari 30 kg standarnya dapat diangkat menggunakan forklift. Oleh sebab itu, alat berat wajib dikemas menggunakan alas atau palet yang dapat diangkat forklift. Tujuannya agar penanganan saat pengiriman bebas dari kerusakan dan aman.
  • Tilting atau memperhatikan kemiringan transportasi pengiriman. Anda harus memastikan apakah alat berat ditautkan stabil dan kuat pada palet kemasannya. Sebab sangat mungkin apabila posisi alat berat ketika dikirimkan dengan truk, kapal, ataupun pesawat. Memastikan tilting tersebut dilakukan 1-2 kali untuk meminimalisir alat berat kiriman jatuh ketika dalam perjalanan ataupun transportasi mengalami kecelakaan.
  • Shock and Vibration yakni memastikan alat berat yang dikirim bebas dari guncangan dan getaran. Terutama guncangan dan getaran kecil mungkin terjadi ketika dilakukan penanganan mekanis.

Pengemasan Alat Berat

Pengemasan alat berat ternyata berbeda-beda dan disesuaikan dengan jenis alat berat.

  1. Pengemasan kardus untuk alat berat yang bobotnya kurang dari 30 kg. Namun, metode pengemasan tetap memperhatikan struktur kardus dan ukuran harus lebih dari 120 cm.
  2. Pengemasan peti barang digunakan pada alat berat yang bobotnya melebihi 30 kg dan dimensinya besar. Biasanya digunakan ketika mengirim peralatan industri dan mesin.
  3. Pengemasan palet khusus untuk pengiriman bulk yang bobotnya diatas 70 kg. Ketika proses pengemasan tersebut dilakukan harus memastikan permukaan atas palet rata dan datar.